Selasa, 07 Februari 2012

METODE PEMBELAJARAN


ROLE PLAYING
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.
  1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
  2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
  3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
  4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING)

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
  1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
  2. Berpikir dan bertindak kreatif.
  3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
  4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
  7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
  1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
  2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

MOTIVATOR





Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 55 tahun) adalah seorang motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang. Mario Teguh sempat bekerja di Citibank, kemudian mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp. menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) dan Senior Consultan. Beliau juga membentuk komunitas Mario Teguh Super Club (MTSC).



Tahun 2010 kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai Motivator dengan Facebook Fans terbesar di dunia. Di tahun 2010, Beliau terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika surat kabar yang terbit di Jakarta. Sebelumnya Beliau membawakan acara bertajuk Business Art di O’Channel. Kemudian namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat ketika ia membawakan acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Pada saat ini Mario Teguh dikenal sebagai salah satu motivator termahal di Indonesia. Di tahun 2003 mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia.
Pengalaman Karir Mario Teguh

  • BIMC as Head of Manager, Zamre Ab. Wahab
  • Citibank Indonesia (1983 – 1986) as Head of Sales
  • BSB Bank (1986 – 1989) as Manager Business Development
  • Aspac Bank (1990 – 1994) as Vice President Marketing & Organization Development
  • Exnal Corp Jakarta (1994 – present) as CEO, Senior Consultant, Spesialisasi : Business Effectiveness Consultant

Pendidikan Mario Teguh

  • Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.
  • Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1).
  • Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
  • Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA).

Buku Mario Teguh

  • Becoming a Star (2006)
  • One Million Second Chances (2006)
  • Life Changer (2009)
  • Leadership Golden Ways (2009)

MY PROFIL

Nama: Anna Heliana
Kelas: 3/A
NPM: 0321 10 104
Program Studi: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Alamat: Jl. Pemda No. 50, Bogor
TTL: Bogor, 21 April 1992

Senin, 06 Februari 2012

Analisis Cerpen Berdasarkan Prndekatan Struktural

Judul Cerpen           : Sang Primadona
Karya                     : A. Mustofa Bisri

          Kehidupan merupakan fase yang harus dijalani. Kehidupan bagaikan roda yang berputar, terkadang di atas dan ada kalanya harus turun ke bawah. Begitu pula perjalanan hidup manusia yang berbeda-beda. Terkadang manusia menjalani hidupnya dengan mudah dan bahagia, namun terkadang kesulitan pun datang menghampiri. Sabar dan usaha adalah kunci utama agar manusia bisa terus menjalankan hidupnya. Dan tak lupa bahwa Sang Pencipta pasti akan memberi pertolongan kepada hambanya yang membutuhkan.
            Gambaran tersebut diceritakan dalam cerpen berjudul “Sang Primadona” karya A. Mustofa Bisri. Latar cerita cerpen dibentuk melalui keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya suatu peristiwa. Latar tempat yang diungkapkan dalam cerpen terjadi di daerah Ibu Kota (Jakarta). Sedangkan latar suasana yang tergambar pada cerpen adalah suasana sedih dan membingungkan karena begitu banyak masalah tang terjadi.
            Dalam cerpen “Sang Pemimpi” ini pengarang menggunakan sudut pandang orang pertama karena tokoh utama dalam cerita menggunakan kata “aku” yang berarti menceritakan dirinya sendiri. Di sini A. Mustofa Bisri atau yang biasa dikenal dengan sebutan Gus mus menampilkan beberapa tokoh yang terlibat dalam cerita, namun tidak disebutkan siapa nama-nama dari tokoh tersebut. Di antaranya terdapat tokoh aku, suami dari tokoh aku, dan ibu dari tokoh aku. Sedangkan ada beberapa tokoh seperti anak dan teman dari tokoh aku yang disebutkan tanpa digambarkan karakternya karena hanya sebagai pelengkap saja.
            Setiap tokoh memiliki karakter yang berbeda. Karakter tokoh aku adalah baik, pekerja keras, dan mandiri. Hal itu terlihat pada kutipan kalimat berikut: “… pendek kata aku bangga bisa menjadi perempuan yang mandiri. Tidak lagi bergantung kepada orang tua. Bahkan kini sedikit-banyak aku bisa membantu kehidupan ekonomi mereka di kampung.” Karakter tokoh suami adalah mudah goyah, pemarah atau temperamental. Hal itu terlihat pada kutipan kalimat berikut: “Kami, terutama suamiku, tidak siap menghadapi situasi yang memang tidak terduga ini. Dia begitu terpukul dan seperti kehilangan keseimbangan. Perangainya berubah sama sekali. Dia jadi pendiam dan gampang tersinggung. Bicaranya juga tidak seperti dulu, kini terasa sangat sinis dan kasar. Dia yang dulu jarang keluar malam, hampir setiap malam keluar dan baru pulang setelah dini hari. Entah apa saja yang dikerjakannya di luar sana. Beberapa kali kutanya dia selalu marah-marah, aku pun tak pernah lagi bertanya.”
          Karakter tokoh ibu adalah baik, penyayang, dan religius. Hal itu diungkapkan pada kutipan kalimat berikut: “Kedua orang tuaku pun, meski tidak memanjakanku, sangat menyayangiku.” dan “Nduk, ibadah itu penting. Bagaimanapun sibukmu, salat jangan kamu abaikan!” Sempatkan membaca Quran yang pernah kau pelajari ketika di kampong dulu, agar tidak hilang.Bila kamu mempunyai rezeki lebih, jangan lupa bersedekah kepada fakir miskin dan anak yatim.”
            Gaya bahasa yang digunakan pada cerpen “Sang Primadona” ini adalah bahasa sehari-hari yang biasa digunakan kebanyakan orang sehingga mudah untuk dimengerti. Selain itu tidak terdapat kata-kata yang sulit sehingga pembaca bisa memahami cerita dalam cerpen. Cerpen “Sang Pemimpi ini menggunakan alur mundur (flashback) karena cerita yang terdapat dalam cerpen ini mengungkapkan cerita saat ini kemudian menceritakan kisah masa lalu sang tokoh yang penuh dengan masalah sehingga membuatnya bingung di masa kini.
Cerpen ini mengangkat tema mengenai kehidupan, perubahan prilaku seseorang yang pada akhirnya menjadi manusia yang lebih baik sebagai hikmah dari semua masalah yang dihadapinya. Hal itu dipertegas melalui kalimat: “… dari sekadar sebagai artis, aku berkembang dan meningkat menjadi "tokoh masyarakat" yang diperhitungkan.”
            Cerpen “Sang Primadona” mengajarkan kepada kita semua untuk selalu besabar dan menjalani hidup dengan baik dan seimbang. Berjuang untuk hidup bahagia di dunia namun tidak melupakan akhirat. Kita harus selalu ingat dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dalam keadaan susah maupun senang agar kita tidak salah jalan dan mendapat jawaban yang dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Dan pada akhirnya kita dapat menjalankan kehidupan ke depan dengan lebih baik.